7 Cara menghilangkan bekas luka sampai tuntas

Cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis dianggap sebagai jalan terbaik untuk menghilangkan bekas luka. Parut bekas luka atau dalam istilah medis scar memang menjadi hasil akhir dari proses penyembuhan luka yang dalam, seperti luka bakar, kecelakaan, penyakit, atau bekas operasi.

Proses penyembuhan luka sendiri merupakan proses yang kompleks yang memerlukan waktu karena memerlukan tiga fase agar luka benar-benar sembuh.

1. Fase peradangan yang biasanya terjadi 5 hari setelah terjadinya luka.
2. Fase perkembangbiakan parut yang akan menutupi luka dengan kulit ari yang baru dan berlangsung hingga 3 bulan.
3. Fase pematangan yang membuat bekas luka tidak lagi kemerahan, tidak gatal, kulit lembut, dan fleksibel. Biasanya fase ini berlangsung sekitar satu hingga dua tahun.

Namun, kebanyakan orang beranggapan bekas luka sudah sembuh jika berada pada fase dua, padahal bekas luka benar-benar sembuh jika berada di fase tiga. Tidak hanya itu, ada sebagian orang yang mengalami masalah scar abnormal yang biasanya ditandai denganbekas luka yang menebal bahkan melebar dari bekas luka semula. Terjadinya scar bisa disebabkan karena luka yang sembuh sendiri tanpa dirawat, dokter bedah kurang terampil, lokasi luka, kurangnya kelembapan kulit, waktu penyembuhan yang lama, usia, dan faktor keturunan.

cara menghilangkan bekas luka
image by: sthetix.co.uk

Jika hal ini sampai terjadi penebalan atau pelebaran bekas luka, maka diperlukan cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis mulai dari pembedahan, injeksi, penyinaran, hingga pemakaian alat kompresi. Namun, metode pengobatan yang digunakan sangat bergantung pada beberapa faktor, mulai dari kedalaman dan ukuran scar, lokasi luka, usia, genetik, jenis kelamin, dan etnis. Berikut ini adalah beberapa cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis untuk dua jenis scar abnormal.

Keloid

Keloid atau parut berlebihan merupakan pertumbuhan jaringan kulit yang pertumbuhannya sering kali melebihi area bekas luka. Hal inilah yang kemudian membuat puncak kulit menjadi halus, mengkilat kemudian berwarna lebih gelap atau pucat dengan ukuran yang beragam dan bentuk yang tidak beraturan dari luka sebelumnya. Selain mengganggu tampilan kulit, keloid juga bisa menimbulkan rasa gatal atau sakit bahkan nyeri bila digerakkan, sehingga dibutuhkan cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis.


Umumnya keloid muncul setelah operasi atau cedera, tetapi bisa juga terjadi secara spontan atau akibat peradangan seperti luka bekas jerawat, luka bekas suntik vaksinasi, luka bekas tindik, luka tergores, dan luka cakar. Walaupun keloid umumnya dialami orang berkulit gelap, tetapi tidak menutup kemungkinan orang berkulit terang juga mengalaminya. Bekas luka keloid tidak dapat sembuh sendiri secara spontan, sehingga dibutuhkan cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis berupa.

Hipertrofik

Hipertrofik merupakan pertumbuhan jaringan kulit yang berlebih pada luka, tetapi tidak melebihi area luka tersebut. Hal inilah yang kemudian membuat kulit cenderung menebal, tampak timbul dibandingkan area kulitnya kemudian berwarna merah, dan terasa gatal. Meski terlihat mirip keloid, tetapi hipertrofik tidak melebihi batas kulit yang terluka atau cedera, dan biasanya timbul kurang dari tiga bulan setelah luka.

Faktor risiko yang dapat mengakibatkan timbulnya bekas luka hipertrofik antara lain infeksi dan kurangnya imobilisasi pada luka. Meski bekas luka hipertrofik bisa disembuhkan secara spontan, tetapi sangat penting mengenali faktor resikonya agar bisa menghindari pemicunya dan tidak terjadi secara berulang. Meski bekas luka hipertrofik bisa disembuhkan secara spontan.

1. Injeksi kortison: Pengobatan yang menyuntikan kortikosteroid dalam dosis tertentu. Prosedur ini dilakukan untuk menekan pertumbuhan sel kulit yang berlebihan penyebab keloid, dan biasanya akan ada bekas luka berwarna kemerahan di permukaan kulit. Meski efektif hingga 70 persen, tapi angka kekambuhannya bisa mencapai 50 persen.
cara menghilangkan bekas luka dengan Injeksi kortison
image by: wisegeek.org

2. Cryotherapy: Pengobatan menggunaan nitrogen cair untuk membekukan keloid. Prosedur ini dilakukan untuk mengempiskan keloid, dan biasanya akan ada bekas luka berwarna gelap di permukaan kulit.

3. Terapi radiasi: Pengobatan dengan menggunakan teknologi radasi diklaim sebagian dokter menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk mengatasi keloid secara aman.
Terapi interferon. Pengobatan dengan memberikan obat topical. Prosedur ini dilakukan untuk merangsang produksi interferon (protein yang secara alami diproduksi oleh sistem kekebalan ) kemudian bekas luka bisa memiliki tampilan yang lebih baik.

4. Gel silicon: Pengobatan dengan menggunakan gel silikon ini cukup dioleskan tipis di bekas luka. Prosedur ini dilakukan untukmelunakkan luka dan memberikan perlindungan elastis pada area sekitar bekas luka.

5. Bedah plastik: Pengobatan dengan metode pembedahan memang terbilang efektif untuk menghilangkan bekas luka dan menggabungnya ke kulit normal. Bekas luka yang luas biasanya dibuat lebih tipis. Bekas luka yang panjang kemudian dibuat lebih pendek. Bahkan jaringan parut hipertrofik bisa menjadi tidak terlihat. tetapi biasanya dokter akan mengombinasikannya dengan injeksi steroid atau terapi radiasi. Karena cara pembedahan sangat berisiko menimbul keloid baru yang lebih besar.

6. Menggunakan cheemical peeling

Cara menghilangkan bekas luka dengan chemical peeling
image by: transformmdspa.com

Cara menghilangkan bekas luka dengan chemical peeling biasa dilakukan di klinik kecantikan atau dokter spesialis yang menyediakan layanan pengelupasan kulit. Chemical peeling sendiri merupakan tindakan pengelupasan, penipisan yang menggunakan bahan kimia dengan asam berkonsentrasi tinggi yang biasa membuat warna kulit lebih cerah. Jika anda melakukan chemical peeling, hasilnya yang didapat tidak bisa dalam satu kali tindakan, setidaknya ada faktor lain seperti berapa luas bekas luka serta sejak kapan bekas luka tersebut sudah ada. Saat melakukan chemical peeling awalnya kulit akan terasa terbakar dan panas. Hal itu karena bahan yang digunakan sudah masuk ke dalam pori-pori kulit. Hal lain yang akan anda rasakan pada permukaan kulit yaitu menjadi keras, tertarik dan kaku. Kulit akan menebal dan lapisan kulit mati akan terkelupas dengan sendirinya. Lambat laun kulit akan bersih dan warnanya akan sama dengan daerah di sekitarnya.

7. Menggunakan perawatan laser

Ada banyak cara yang disebut-sebut bisa digunakan untuk menghilangkan noda hitam akibat luka ini. Beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan bahan alami dan juga menggunakan perawatan laser bagi anda yang tidak ingin menunggu terlalu lama untuk melihat hasilnya. Untuk perawatan laser, setiap kali anda melakukan terapi hasil akan segera diketahui. Selain bekas luka yang menghitam, perawatan laser juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas luka berupa kondisi kulit yang tidak semulus sebelumnya, mungkin ada yang menyebabkan permukaan menjadi cekung, menggembung atau keloid atau permukaan yang tidak merata. Untuk melakukan treatment menghilangkan bekas luka ini ada 3 jenis perawatan laser yang bisa digunakan sebagai pertimbangam yaitu perawatan laser resurfacing, Fracional laser resurfacing dan yang terkahir adalah non-ablative laser resurfacing.

Cara menghilangkan bekas luka dengan laser
image by: theslimmcentre.com

Laser resurfacing: Jenis ini sering juga disebut dengan Ablative Laser Resurfacing. Perawatan ini cocok digunakan untuk mengurangi tekstur yang kurang merata pada kulit. Selain digunakan untuk merawat luka, jenis perawatan laser ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan keriput yang ada di wajah anda. Jenis perawatan laser ini bekerja dengan mengangkat lapisan kulit yang mengalami kerusakan akibat sinar matahari atau penuaan. Kemudian menstimulasi lapisan bawahnya untuk menghasilkan kolagen kembali sehingga kulit akan terlihat lebih muda, lebih ketat dan lebih halus.

Non-ablative laser resurfacing: Perawatan laser yang satu ini dilakukan berkebalikan dengan perawatan Ablative Laser Resurfacing. Perawatan ini lebih berfokus pada lapisan kulit tengah dan memiliki fungsi untuk menghangatkan jaringan kulit yang berada ditengah tersebut. Penghangatan ini dilakukan untuk memicu kolagen untuk terus tumbuh sehingga bekas luka dapat hilang dengan baik. Meski dilakukan untuk kulit lapisan tengah, perawatan ini tidak akan menyebabkan pengrusakan pada lapisan kulit luar seperti pada perawatan Ablative.

Fracional laser resurfacing: Jenis perawatan yang satu ini merupakan jenis perawatan tengah-tengah antara ablative dan juga non-ablative treatment. Jika perawaan ablative laser melakukan perawatan di lapisan kulit atas dan non-abaltive melakukan perawatan pada lapisan kulit tengah, maka Fracional laser ini melakukan perawatan pada kedua lapisan kulit tersebut.

Perawatan laser dengan jenis ini cocok sekali untuk mengatasi pigmentasi, bekas luka akibat jerawat dan juga stretch mark. Perawatan ini sangat cocok digunakan pada bagain-bagian tubuh tertentu seperti untuk bagian leher, dada dan juga tangan. Hal ini disebabkan karena perawatan ini dapat menyebabkan pigmentasi yang disebabkan karena peradangan akibat perawatan, jadi anda perlu hati-hati ketika memilihnya.

Selain cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis di atas, masih ada bentuk metode injeksi lainnya, seperti suntik kolagen atau filler. Tapi injek ini mungkin hanya berguna untuk beberapa jenis jaringan parut kecil, dan biasanya bukan solusi permanen.


Pastikan sebelum menempuh salah satu cara menghilangkan bekas luka dengan porsedur medis di atas agar Anda yang mendetita penderita scar, baik itu keloid maupun hipertrofik untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Sebab setiap prosedur pengobatan sangat bergantung pada ukuran, kedalaman serta lokasi scar. Selain itu mengetahui respon dari pengobatan sebelumnya yang pernah digunakan juga sangat mempengaruhi dokter kulit untuk membuat keputusan tentang terapi yang harus digunakan selanjutnya agar hasil yang Anda inginkan tercapai.

Share On