Monday, May 23, 2016

Hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat

Advertisement
memencet jerawat
Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika jerawat mulai bermunculan di kulit wajah, dan jumlahnya tidak hanya satu, melainkan beberapa dan ukurannya cukup membuat penampilan Anda terganggu. Tentu saja kita menginginkan agar jerawat segera sembuh menghilang dan kulit wajah menjadi bersih serta mulus kembali.  Namun ternyata ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat secara sembarangan. Berikut ini kami akan bagikan beberapa hal yang memang dilarang untuk diterapkan pada jerawat:

1. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa durasi pengobatan jerawat memang membutuhkan waktu yang lumayan lama supaya bisa sembuh, kering, dan hasilnya bisa positif serta maksimal. Biasanya waktu yang dibutuhkan sekitar dua hingga enam minggu pengobatan lamanya. Anda dilarang untuk pasrah ataupun menyerah dalam memerangi masalah jerawat. Apabila sudah menyerah sebelum berperang, maka Anda akan semakin malas menjaga kebersihan kulit wajah, dan jerawat akan semakin bertambah serta semakin parah. Langkah yang dianjurkan adalah menggunakan secara teratur dan rutin obat jerawat sesuai resep dokter, jangka waktu pengobatannya sekitar satu bulan, sampai benar-benar sembuh, dan pengobatan bisa dihentikan, dilanjutkan dengan perawatan serta menjaga kebersihan. Jangan terpengaruh dengan pengobatan awal yang memang belum menampakkan perubahan positif, lanjutkan terus sampai sebulan.

2. Hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat selanjutnya adalah mencoba sejumlah perawatan dari berbagai tempat sekaligus atau bersamaan. Biasanya karena putus asa dan menyerah akan gangguan jerawat yang tidak sembuh-sembuh, sehingga membuat kita akan tergoda berpindah-pindah mencari tempat perawatan jerawat yang kompeten dan lebih baik. Padahal pengobatan yang berlebihan dan tercampur-campur akan membuat jerawat semakin meradang serta bertambah banyak. Kulit wajah akan mudah mengalami iritasi, efek negatifnya bisa menghasilkan bekas  flek hitam serta jaringan parut. Tentu saja hal ini harus dihindari supya penanganan tidak terlambat dan masih bisa diatasi.

3. Dilarang untuk menggosok maupun menyuci wajah secara berlebihan, karena hal ini juga bisa memicu iritasi kulit yang serius. Selain faktor lainnya, tidak dianjurkan untuk  membersihkan wajah dengan  sabun keras yang bisa menimbulkan iritasi akibat sisa sabun yang tersisa di wajah. Sedikit kami beri petunjuk, bahwa sabun pembersih yang baik tanpa mengiritasi adalah mempunyai pH yang cocok dengan pH pada kulit wajah yaitu 5 sampai 6,5.

4. Memecah maupun menekan jerawat pada wajah dengan kasar serta penuh tekanan pemaksaan berharap jerawat bisa segera sembuh, padahal perilaku ini bisa membuat radang pada jerawat semakin parah dan proses penyembuhannya malah berangsur lebih lama dari biasanya. Langkah tepat dan terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat adalah membiarkan proses kesembuhan dari jerawat supaya berjalan secara normal agar tidak meninggalkan bekas yang sulit hilang.

5. Apabila jerawat yang muncul sudah semakin parah dan bertambah banyak, hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat adalah terlambat memeriksakan serta berkonsultasi pada dokter yang berwenang dan ahli di bidangnya. Sebaiknya Anda segera periksa pada dokter, supaya bisa diberikan pengobatan menggunakan dosis yang semestinya, berefek kuat daripada dosis yang diberikan obat bebas dan kurang maksimal hasilnya. Anda juga bisa mencoba kecanggihan teknologi saat ini seperti laser sesuai kebutuhan menghilangkan jerawat, asalkan legal dan aman bagi kulit wajah Anda.

6. Menggunakan obat jerawat tetapi secara sembarangan dan tidak sesuai dengan petunjuk pemakaian. Hal ini tidak dianjurkan karena bisa membuat kulit wajah kemerahan atau iritasi.

Demikian beberapa tips dan larangan mengenai jerawat yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan semakin menyadarkan kita akan pentingnya melakukan perawatan serta kebersihan kulit wajah.